Thursday, September 1, 2016

Don't Trust Man with...

Namanya juga cewek, pasti gak bakal tahan sama yang nama "kepo", ujung-ujungnya mewek sambil nyetel lagu Big Girls Don't Cry sama Supergirl buat backsoundnya. Sebenernya gak mewek plus gak nyetel lagu juga, cuman nyesek aja. Oke, sekedar "cuman" tapi bisa ngerubah mood berjam-jam kemudian dan dibawa sampai kantor. Ooh GOD, efeknya super sekali, kayak ditampar sekenceng-kencengnya sampe akhirnya sadar. Gak bisa ngomong, bengong, yah yang jelas sih kecewa. Yang jelas kecewanya lebih dari biasanya. :(
Moodnya balik normal lagi pliss, apa iya harus diem aja kalo ketemu? 


Saturday, April 2, 2016

Waktu

Kata orang orang, obat paling ampuh buat orang yang lagi patah hati itu adalah waktu. Waktu yang bakal mengurai rasa itu sedikit demi sedikit.
Pertama akan selalu terasa sakit sehingga selalu teringat, kemudian terasa sakit ketika teringat, lama lama jadi gelisah ketika teringat atau mengingat. Lalu pada akhirnya akan teringat dan gak merasa apa apa yang kemudian mengganggap itu hanya sebuah kenangan. Untuk waktunya, tergantung individu masing masing.
Gw sih belum lulus, tapi gw yakin hari itu pasti dateng.

Monday, November 9, 2015

How to disappear?

Just cos you feel it
Doesn't mean it's there 

Just cos you feel it 
Doesn't mean it's there 
There, there - Radiohead

Mungkin kebanyakan orang menantikan datangnya hujan hanya untuk berjumpa dengan petrichor. Berbeda dengan Dio, dia benar benar jatuh cinta kepada hujan. Karena hujan selalu mempertemukan dia dengan kekasihnya, Ryana. 

Tetapi tidak dengan hujan tahun ini. Masih menunggu kekasihnya mengetuk pintu rumah, menunggu suaranya yang sayup terdengar bersamaan dengan suara air yang jatuh dari langit yang cukup deras. Merindukan senyuman yang menghiasi wajah walaupun kadang diawali dengan tatapan marah, jengkel, bahkan kecewa.
"Ryana, kamu dimana? Aku menunggumu", bisik Dio mengingat hari dimana terakhir mereka bertemu, melihat Ryana menangis di pelukannya.


---
Musim hujan berganti menjadi musim kemarau. Panasnya begitu menyiksa tiap hari. Sampai di salah satu hari di musim panas tahun ini.
Dia melihatnya lagi, tepat dihadapannya. Tidak berubah sama ketika mereka masih bersama, kecuali bentuk wajah yang lebih tirus. Begitu senangnya bertemu terpancar dari wajah Dio, seakan berkata please stay with me Ryana.
Sekejap impian itu hilang. Kekasih yang dirindukannya pergi. Ntah perasaan apa yang sedang singgah di hati Dio. 
"Kenapa kamu datang disaat aku sudah mulai bisa melepasmu? Aku sangat membecimu, sungguh, sangat membecimu. Jangan pernah kembali dikehidupanku untuk selamanya. Tolong hentikan permainanmu ini", gumam Dio setiap teringat akan kenangan mereka.

---
Hujan yang biasanya terus turun akhirnya berhenti di pagi itu.
"Sayang bangun, udah siang ini. Aku pagi ini mau pergi sama Mei dan lainnya, mumpung mereka lagi libur," terocos seorang wanita yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi. "Iyaaa, aku masih ngantuk ini. Aku tidur dulu sayang. Lima menit aja," ujar Dio setengah menutup mata. 
"Dasar kebo. Kamu sendirian lho dirumah, tetangga juga lagi pergi ke gereja."
"Ngapain ke gereja, bukannya sekarang hariiii...jumat ya?" Sambil mengambil handphonenya.
Belum sempat wanita itu menjawab, Dio sudah melanjutkan perkataannya," Oiya hari ini hari natal ya, hehe".
"Iya, dan kamu masih hutang beliin aku sepatu buat kado natal."
"Ih maksa banget kamu."
"Ntar malam keluar ya, ntr aku dijemput ya?"
"Iya sayaang, ntar kabarin aja kalau udah maennya".
Tak lama, wanita itupun keluar dari kamar dan kemudian bergegas pergi dengan sepeda motornya.

---
Terdengar seorang mengetuk pintu rumah Dio.
Malam, hujan yang begitu deras. Penuh curiga, akhirnya dia bergegas membuka pintu.
Begitu kagetnya dia melihat lagi seorang yang ada di depannya itu.
"Kamu kenapa datang lagi," tanya Dio dengan nada tinggi.
"Aku pengen ngajak kamu sebentar," ditariknya tangan Dio menuju keluar pintu gerbang rumah. Yang tadi hujan begitu deras, tiba tiba berhenti sekejab mata. Dibawanya ke sebuah tempat yang berjarak tak lebih dari 100 m. Sebuah bukit kecil di pinggir jalan raya, yang letaknya tak jauh dari rel kereta api. 
"Aku mau duduk disini, kamu gak mau duduk di sebelahku Dio? Gak usah takut keretanya gak akan jatuh nimpa kita kok. Kalo berarti kita lagi apes," canda Ryana membuka obrolan.
"Lihat itu, jalannya udah beda banget ya dari terakhir kita kesini, bagus yang dulu," keluhnya.
"Kamu kenapa kembali?" Tanyanya lagi kepada Ryana.


Bersambung... Dan masih drafting...

Friday, October 9, 2015

Partikel

A life will always happy if you live like a fairy tales.
Do you believe a fairy tales?
Yeah, sure.
A girl start to believe the fairy tales.
Through her dream and daydream
But not about her
Always to figure character to complete her story.
No prince or princess.
Just a boy and a girl with happy ending story.
Then change into man and woman when she grew older.
Too many story
Still not about her
Act as a movie director
But now it's over
It start from partikel
There's no storyline anymore
Even when she trying too hard to find it
She failed
She don't believe anymore..



Sunday, August 9, 2015

Pelajaran Pertama

Sepertinya ada sesuatu yang salah di bulan ini.  Bukan karena saya memulai memakai kacamata lagi ya, kalau yang ini mah karena efek nonton BPL. :|
Pernah punya hal yang sangat dibenci? Yups, saya punya dan sekarang ini saya memulai melakukan hal yang sangat saya benci. Susah memang tapi harus. Lho? Mungkin suatu saat hal yang  dibenci itu akan sangat  berguna bagi hidup saya. Hanya  itu aja, tidak berharap lebih untuk bisa menyukainya. Semoga lancar. ;)

Hey sepatu langka, sudah siap buat saya temukan? :p


*pengen nulis yang gak nyambung pertama, Liverpool  1 -0 Stoke City.
*kedua, saya kangen sama mbak Galuh. Pengen peluk. Semoga tenang di sisiNya.